Social Mapping (Pemetaan Sosial) merupakan kegiatan kajian sistematis yang bertujuan mengidentifikasi, memetakan, dan menganalisis kondisi sosial, ekonomi, budaya, serta dinamika pemangku kepentingan dalam suatu wilayah atau komunitas.

Pemetaan sosial menjadi dasar penting dalam perencanaan program, pengelolaan dampak sosial, serta penguatan hubungan dengan masyarakat. Melalui Social Mapping, potensi, kebutuhan, risiko sosial, dan struktur kelembagaan lokal dapat dipahami secara komprehensif dan berbasis data.

Kegiatan Social Mapping dilakukan dengan pendekatan partisipatif dan metodologi yang terukur, meliputi pengumpulan data primer dan sekunder, wawancara mendalam, diskusi kelompok terarah (Focus Group Discussion), observasi lapangan, serta analisis pemangku kepentingan. Hasil kajian disajikan dalam bentuk analisis naratif, peta sosial, dan rekomendasi strategis yang aplikatif.

Social Mapping sangat relevan untuk mendukung penyusunan program CSR, perencanaan pembangunan, pengelolaan konflik sosial, serta pemenuhan aspek sosial dalam dokumen lingkungan dan keberlanjutan. Program ini ditujukan bagi pemerintah, perusahaan, konsultan, dan institusi yang berinteraksi langsung dengan masyarakat.

Melalui Social Mapping, kami berkomitmen membantu pemangku kepentingan memahami konteks sosial secara lebih akurat, membangun program yang tepat sasaran, serta menjaga keberlanjutan hubungan sosial jangka panjang.